Pijatan (Akupressure) Mengurangi Rasa Lelah, Marah/Jengkel, dan Stres


Menurut ahli terapi tangan, pijat akupresur tangan dapat mendatangkan ketenangan dalam sekejap. Diantaranya dapat mengurangi rasa lelah, marah/jengkel dan stres. Kelebihan dari pijat akupresur dapat dilakukan di mana saja dan dapat dilakukan sendiri. berikut ini petunjuk praktik dalam buku Sukmo Pinuji:

  • Lelah

Tekan bagian atas ruas pertama dari kelingking degan ibu jari. Tahan 2 sampai 3 menit. Ulangi pada tangan yang satu.

Pijat ini berkhasiat karena pijatan ini menstimulir somatosensory cortex otak yang mengatur kognisi dan memicu pelepasan hormon adrenaline sehingga anda merasa lebih berpikir jernih.

  • Marah atau Jengkel

Tekan bagian atas dari ruas pertama jari tengah dengan ibu jari. Tahan 2 sampai 3 menit. Ulangi pada tangan yang satu.

Pijat berkhasiat karena titik ini berhubungan dengan sistem limbic dalam, bagian otak yang mengatur emosi. Mengaktifkan titik ini melepaskan serotonin, neurotransmitter yang menenangkan.

  • Stres

Tekuk ujung jari tangan kiri sehingga menekan garis kehidupan, garis di telapak tangan melengkung di dekat ibu jari. Tahan 2 menit. Pada saat bersamaan, dengan jari telunjuk dan jari tengah dari tangan kanan, pijat dengan gerakan memutar searah jarum jam membentuk lingkaran kecil sebanyak 20 kali pada titik di telapak tangan bawah ibu jari tangan kiri. Dan ulangi pada tangan yang kanan.

Pijat ini berkhasiat karena menekan area yang mengandung lebih dari 50 titik akupresur ini mengirim chi atau energi ke semua organ penting, melepaskan neurotransmitter yang menimbulkan rasa senang; dopamine dan membuat anda senang.

ADA APA DENGANMU? klik disini

Reference:

Pinuji, Sukmo. 2009. Female Facts. Yogyakarta: TUGU.

Tirai (Gorden)


Tirai atau gorden merupakan salah satu komponen interior rumah yang penting diperhatikan. Fungsi tirai:

  1. Mengatur kualitas dan kuantitas cahaya yang masuk ke ruang.
  2. Menjaga privasi pemilik rumah.
  3. Membentuk gaya penataan interior.

Jenis tirai antara lain gorden (curtain) dan vitrase (vitrage).

Gorden standar adalah kain tirai yang digantung pada sebatang rel (track) dengan alat bantu berbentuk gelang (ring) atau pengait besi berbentuk huruf S (swan) atau angka delapan (hook).

vitrase (dari kata vitrage) merupakan tirai yang dibuat dari kain yang lebih tipis dari yang biasa digunakan gorden. Fungsinya sebagai penahan sorot sinar matahari. Kain yang digunakan untuk membuat vitrase seperti renda, nilon, organsa, creppe, tile, organdi dan crushed.

Sumber:

Ully, Wieke dan Susi. 2008. 1001 Aksentuasi Tirai. Yogyakarta: IDEA Books.

 

SKRIPSI


Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan… Hari ini saya akan menceritakan pengalaman mengerjakan skripsi yang hingga sekarang saya berharap dapat menyelesaikannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut.

  1. Berdoa; beberapa referensi menyatakan berdoa pada urutan terakhir tapi menurut pengalaman saya, lebih baik dilakukan sebelum hingga akhir skripsi. Misal, berdoa segera mendapatkan permasalahan untuk tema skripsi yang sesuai dengan kemampuan kita, cepat prosesnya dan mendapat dosen pembimbing yang sesuai dengan kita maupun tema skripsi.
  2. Perlu diingat setiap jurusan di universitas satu dengan yang lain mempunyai alur berbeda dalam menempuh skripsi.
  3. Mencari permasalahan untuk tema skripsi sebanyak-banyaknya; hal ini disebabkan karena dijurusan saya untuk mendapatkan dosen pembimbing harus menyetorkan judul skripsi. Setelah, mendapat dosen pembimbing judul skripsi yang yang pertama ini belum tentu diterima atau berlanjut. Saya dulu hingga 5 kali, semoga anda tidak seperti saya. (semoga kebijakan jurusan saya selanjutnya lebih baik untuk kepentingan semuanya)
  4. Keberanian yang besar; Ada beberapa karakter dosen yang sudah kita ketahui sebelumnya tetapi juga ada yang belum. Jika kita belum mengetahui karakter dosen tersebut, akan ada rasa takut untuk menghadapinya. Karena kita tidak dapat mengenal karakter seseorang dengan kita bimbingan skripsi beberapa kali, kita hanya dapat mengetahui beberapa karakternya saja. Hal tersebut, dengan menanyakan pada kakak tingkat yang memiliki dosen pembimbing yang sama.
  5. Disipiln yang tinggi; disiplin ini perlu bagi yang bimbingannya dapat berjalan lancar. Lain halnya bagi yang bimbingannya agak tersendat hehehe. Tetapi tetap semangat ya…
  6. Membaca skripsi sebelumnya atau penelitian lainnya; Ini adalah salah satu kecerobohan saya dengan kurang banyaknya membaca skripsi sebelumnya. Hal tersebut, saya sadari saat sudah mengambil data di lapangan seperti jenis penelitian, metode yang kurang jelas. (state of the art)
  7. Membaca lagi buku metodologi penelitian dan penulisan tata urut skripsi menurut universitasnya.
  8. Kegigihan yang tinggi dan bersabar; Beberapa hal kita mengalami masalah dengan tidak ada kesinkronan antara kita dengan dosen, maupun diantara 2 dosen mengenai skripsi yang sedang kita kerja. Maka dibutuhkan kegigihan untuk bimbingan dan kesabaran.
  9. Berdoa dari awal hingga akhir.

 

HARUS DIINGAT PULA KITA MENGHABISKAN BIAYA DAN WAKTU… MAKA LAKUKAN USAHA KITA YANG TERBAIK DAN BERDOA.

SEMANGAT!!!

KAIZEN


// KAIZEN
Robert M dalam bukunya berjudul “Rahasia Hal-hal Kecil” berisi tentang penggunaan teknik-teknik kaizen yang dapat membantu kesuksesan dalam dunia bisnis, akademis, dan keluarga. Kaizen merupakan strategi alternatif bagi perubahan. Tentunya kita tak bisa bilang bahwa Kaizen satu-satunya cara untuk strategi bagi perubahan karena banyak di luar sana yang belum kita ketehui atau tepatnya belum kita ketemukan yang dapat membantu kesuksesan hidup kita. Salah satu kelebihan yang dimiliki Kaizen adalah kemudahan kita untuk melaksanakannya dan penyesuaiannya juga relatif mudah. Adapun teknik-teknik Kaizen, diantaranya:
1. Ajukan pertanyaan-pertanyaan kecil
“Pertanyaan-pertanyaan kecil menciptakan sebuah situasi mental yang kondusif bagi lahirnya kreativitas dan kebahagiaan. Ketika Anda mengajukan petanyaan-pertanyaan kecil tentang orang lain, Anda bisa menyalurkan kekuatan kreatif untuk tujuan kelompok”

Salah satu contoh tips Kaizen:
“Jika Anda cenderung mengkritik diri Anda sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan negatif (mengapa saya begitu gemuk?)” cobalah Anda bertanya: “Apa yang saya inginkan tentang diri saya hari ini?” Ajukan pertanyaan ini setiap hari, tulis jawaban Anda di buku atau secarik kertas yang Anda desain khusus di tempat tertentu.”

2. Merenungkan pikiran-pikiran kecil
“Teknik mudah untuk memahat pikiran adalah dengan menggunakan “pikiran-pikiran” kecil untuk membantu Anda mengembangkan keterampilan social, mental, dan bahkan fisik- hanya dengan membayangkan diri Anda sedang melakukannya.”

Dalam kehidupan sehari-hari kita kenal dengan ungkapan “just do it”. Pada nomer kedua ini merupakan tahapan memahat pikiran. Tahapan ini dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kecil. Memahat pikiran sama dengan melakukan afirmasi.

3. Lakukan aksi-aksi kecil
Pada nomer 3 ini, inti dari teknik-teknik Kaizen. Bagaimana pikiran atau ide yang hebat tapa adanya aksi akan membawa kesuksesan hidup kita ke depannya.
“Dengan mengambil langkah-langkah sederhana yang keliahatannya rendah atau bahkan lucu, Anda akan berlayar dengan tenang dan berhasil melewati hambatan-hambatan yang sebelumnya telah membuat Anda gagal.”

4. Pecahkan masalah-masalah kecil
“Kita sangat terbiasa hidup dengan hambatan-hambatan kecil yang tidak selalu mudah untuk diindentifikasi, lebih-lebih untuk mengoreksinya. Tapi, hambatan-hambatan ini memiliki potensi untuk menganggu dan pada akhirnya menghambat jalan Anda untuk menuju perubahan. Dengan melatih diri Anda untuk memperhatikan dan memecahkan masalah-masalah kecil, Anda bisa menghindari terjadinya lebih banyak kerusakan dan pengobatan pada tahapan selanjutnya.”

5. Berikan hadiah-hadiah kecil
Memberi hadiah-hadiah kecil pada diri sendiri atau pada orang lain atas perubahan yang dilakukan ke arah yang baik dapat menjadi penyemangat yang sempurna. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan perubahan yang terus-menerus.
Beberapa saat lalu saya telah mempraktikkan teknik Kaizen ini. Pada teknik ini diperlukan penyesuaian yang relatif mudah terhadap aktivitas kita sehari-hari dan disiplin terhadap diri sendiri secara terus-menerus.

Pashmina


Beberapa waktu lalu selendang pashmina ini sedang populer. Dimana-mana kita dapat melihat pashmina dijalan, baik yang dipajang untuk dijual maupun wanita berkerudung pashmina.

Istilah pashmina ini sendiri menunjukan jenis kain wol kashmir yang halus dan lembut. Nama ini berasal dari kata Pashmineh, yang berarti terbuat dari benang wol Persia pashm. Benang wol ini berasal dari changthangi atau kambing pashmina, yang merupakan kambing turunan khusus dari dataran tinggi Himalaya. Selendang pashmina tersedia dalam berbagai ukuran, dari ukuran scarf (12 kali 60 inci), stola (28 kali 80 inci) sampai shawl (36 kali 80 inci). Pashmina tulen adalah tenunan terbuka yang agak jarang karena fiber ini tidak dapat ditarik kuat.

Perawatan Pashmina; pada pashmina selain dilakukan ‘dry clean‘, dapat dilakukan dengan mencuci sendiri dengan tangan yang akan membuatnya semakin lembut. Memakai deterjen lembut atau sampo khusus bayi. Tekan sisa air, tapi jangan peras khasmir. Setelah itu rentangkan atau bentangkan pashmina di atas handuk dan perbaiki bentuknya sementara pashmina mengering.

Reference:

Gunawan, Belinda. 2012. Kenali Tekstil. Penerbit Dian Rakyat.

 

Orang yang sulit


Buku ini ditulis oleh Ros Jay yang merupakan penulis lepas dan partner senior di Institute of Direct Marketing.

Dalam buku ini bila anda membacanya sungguh menarik dengan pembahasan berpikir cepat menangani orang sulit. Tentunya kita kadang menemui orang-orang yang mempunyai kepribadian yang menyulitkan bagi kita maupun lingkungan sekitarnya. Di dalamnya diulas dari seorang pendiam sampai dengan orang yang suka mengeluh dapat ditangani secara cepat untuk mendukung suasana yang kondusif. Karena kita tak mungkin menangani suatu permasalahan yang timbul dengan segera dan tanpa menhabiskan waktu kita. Makanya dalam buku ini dibahas menangani orang yang sulit dengan cepat.

Pada bagian ini saya kutip dari bukunya pada bab terakhir ORANG YANG SULIT LIMA MENIT LAGI mungkin bermanfaat.

  1. Ingatlah diri Anda bahwa merekalah orang yang sulit, bukan Anda. Apalagi, semua orang juga mengetahui hal tersebut
  2. Anda harus tetap tenang ketika saatnya tiba.
  3. Bersikaplah asertif.
  4. Jenis apa pun orang yang sulit itu, pikirkan alasannya mengapa mereka demikian. Lihatlah dari sudut pandang berbeda.
  5. Menempatkan segala sesuatunya dalam perspektif biasanya akan membantu.

Referensi:

Ros Jay. Berpikir Cepat: Orang yang sulit (judul asli: Fast Thinking: Difficult People). alih bahasa: P.A. Lestari, S.E. 2005. Erlangga

Istilah-istilah “Mode dalam sejarah Perhiasan & Aksesori”


BAKELITE

Jenis plastik awal yang ditemukan oleh ahli kimia Amerika, Leo Hendrik Baekeland (1864-1944), dan dipatenkan pada 1909.

BATU PERMATA

Batu berharga atau semi berharga, terutama yag telah dipotong dan diasah untuk dipasang di perhiasan. Batu berharga meliputi berlian, zamrud, rubin, dan safir. Batu semi-berharga, antara lain, amesti, opal, dan topas. Hampir semuanya berupa mineral. Sedangkan empat permata yang bukan mineral adalah batu ambar, koral, jet, dan mutiara.

CIRCLET

Ornamen kepala sederhana yang berbentuk lingkaran.

COSTUME JEWELLERY

Istilah abad ke-20 untuk perhiasan yang dibuat dari material yang tidak mahal atau sintentis. Namun demikian, perhiasan tersebut bukan penemuan modern. orang-orang telah membuat mutiara tiruan sejak zaman pertengahan.

JIMAT

Aji-aji yang dipercaya memiliki kekuatan gaib untuk melindungi pemakainya dari roh jahat atau penyakit. Jimat sudah ada sejak zaman prasejarah, dan serigkali dipasangkan pada kalung.

KARAT

Satuan yang sama dengan 0,2 gram yang digunakan untuk mengukur berat batu berharga. Pada zaman kuno biji-bijji tumbuhan digunakan sebagai anak timbangan dan kata “karat” berasal dari bahsa arab untuk ‘biji’ atau ‘kacang’. Istilah karat juga digunakan sebagai ukuran kemurnian emas, dengan emas termurni sebesar 24 karat.

LAPIDARY

Keterampilan memotong dan mengasah batu permata yang bermula sejak lebih daripada 6.000 tahun lalu.

LIONTIN

Ornamen yang dirancang untuk digantungkan di kalung.

PARURE

Seperangkat perhiasan, seperti kalung, anting-anting, dan gelang, yang seluruhnya dibuat dengan bahan dan desain yang serasi.

TIARA

Hiasan kepala ornamental bersusun yang dipakai di atas kepala. tidak seperti mahkota, tiara tidak memiliki bagian belakang dan tidak melingkari seluruh kepala.

WREATH

Krangan yang biasanya dibuat dari bunga segar atau daun. Namun, pada masa lalu wreath kadang dibuat dari logam berharga, dengan hiasan bunga-bunga atau dedaunan yang terbuat dari emas atau perak.

 

Referensi:

Mode dalam Sejarah: Perhiasan & Aksesoris (A Fashionable History Of Jewellery & Accessories) by Helen Reynold. 2011. Jakarta. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)