Printer Canon MX477 Tinta Habis


Printer Canon MX477 Tinta Habis

Printer Canon MX477 tinta habis – Hanya sekedar share pengalaman, saya bukan ahli dalam bidang ini. Saya memiliki printer canon MX477 dengan tinta infus (modifikasi) terindek habis di monitor sedangkan tinta dalam infus masih ada. Dan printer tak mau bekerja mengeprint, scan dan fotokopi karena hal tersebut. Kemudian saya buka bagian printer untuk melihat pipa atau cartridge apa terjadi sesuatu? Terlihat tinta dalam pipa tidak mengalir sepenuhnya sampai ke cartridge. Maka saya berasumsi bahwa karena itu tinta terdiktesi habis.

Saya tak bisa berbuat banyak lagi. Maka saya bawa ke tokonya, tempat saya membelinya.

index

Canon MX477

Perjalanan yang lama dari rumah saya dan toko yang terletak di lantai tiga salah satu mall Malang. Ternyata, setelah menemui orang toko yang memasangkan cartridge. Solusinya, hanya dengan menekan tombol STOP pada printer lebih lama dari biasanya. Dan printer bekerja lagi ^_^. Katanya: “Kalau sudah biasa memakai canon dengan tinta infus modifikasi, pasti sudah tahu…”

Dalam hati saya, masak saya tampang orang yang sering beli printer…halo… ^_^

Memang sich, saya punya printer Epson TX111 dengan tinta infus modifikasi sudah 6 tahun hingga sekarang masih ada dan dapat digunakan.

epson-stylus-tx111

Beberapa saran yang dapat saya anjurkan untuk memiliki printer:

  1. Cari printer sesuai dengan kebutuhan; saya pilih MX477 karena memiliki beberapa fungsi copy, scan, fax, dan print. Dan keunggulannya, bisa duplex dan dapat scan dan copy dokumen ukuran legal. Sedangkan pada umumnya printer standart hanya dapat digunakan dengan media ukuran A4 saja.
  2. Usahakan cari toko printer/komputer yang ada di lantai dasar. Selama ini, saya selalu beli/kebetulan stand atau toko printer/komputer yang tempat teknisnya itu berada di lantai 2 atau 3 di salah satu mall Malang. Jika terjadi sesuatu yang tidak beres pada printer saya harus naik ke lantai 2 atau 3 itu sungguh sesuatu… dengan printer sebesar itu baik MX477 maupun Epson TX111. ^_^
  3. Pilih tinta infus (modifikasi / original), lebih memilih tinta infus. Kenapa saya lebih memilih tinta infus? Karena selama mungkin kita tidak akan menyentuh bagian-bagian dalam printer untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya bukan ahli dalam bidang printer ^_^
  4. Setelah memiliki printer. Hal terpenting adalah perawatan. Bukan hanya benda hidup yang perlu perawatan/pemeliharaan tapi benda mati seperti printer juga perlu.
  • Saat printer tidak dipakai, tutuplah dengan kain sehingga debu-debu tidak masuk ke perangkat printer.
  • Wajib pakai printer sehari atau seminggu sekali baik mengeprint satu lembar atau lebih untuk menjaga kinerja printer maupun tinta. Seperti waktu saya kuliah sering menggunakannya dan sekarang sudah lulus tidak ada yang diprint. Saya usahakan sehari atau seminggu sekali mengeprint apa saja.
  • Selalu cek ketersedian tinta infus jangan sampai kehabisan.

Semoga bermanfaat…

Kunjungi dan beli di toko online saya ya tapi bukan jual printer lho ^_^  http://www.galerianisa.com ikuti promo perdananya…

Iklan

SKRIPSI


Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan… Hari ini saya akan menceritakan pengalaman mengerjakan skripsi yang hingga sekarang saya berharap dapat menyelesaikannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut.

  1. Berdoa; beberapa referensi menyatakan berdoa pada urutan terakhir tapi menurut pengalaman saya, lebih baik dilakukan sebelum hingga akhir skripsi. Misal, berdoa segera mendapatkan permasalahan untuk tema skripsi yang sesuai dengan kemampuan kita, cepat prosesnya dan mendapat dosen pembimbing yang sesuai dengan kita maupun tema skripsi.
  2. Perlu diingat setiap jurusan di universitas satu dengan yang lain mempunyai alur berbeda dalam menempuh skripsi.
  3. Mencari permasalahan untuk tema skripsi sebanyak-banyaknya; hal ini disebabkan karena dijurusan saya untuk mendapatkan dosen pembimbing harus menyetorkan judul skripsi. Setelah, mendapat dosen pembimbing judul skripsi yang yang pertama ini belum tentu diterima atau berlanjut. Saya dulu hingga 5 kali, semoga anda tidak seperti saya. (semoga kebijakan jurusan saya selanjutnya lebih baik untuk kepentingan semuanya)
  4. Keberanian yang besar; Ada beberapa karakter dosen yang sudah kita ketahui sebelumnya tetapi juga ada yang belum. Jika kita belum mengetahui karakter dosen tersebut, akan ada rasa takut untuk menghadapinya. Karena kita tidak dapat mengenal karakter seseorang dengan kita bimbingan skripsi beberapa kali, kita hanya dapat mengetahui beberapa karakternya saja. Hal tersebut, dengan menanyakan pada kakak tingkat yang memiliki dosen pembimbing yang sama.
  5. Disipiln yang tinggi; disiplin ini perlu bagi yang bimbingannya dapat berjalan lancar. Lain halnya bagi yang bimbingannya agak tersendat hehehe. Tetapi tetap semangat ya…
  6. Membaca skripsi sebelumnya atau penelitian lainnya; Ini adalah salah satu kecerobohan saya dengan kurang banyaknya membaca skripsi sebelumnya. Hal tersebut, saya sadari saat sudah mengambil data di lapangan seperti jenis penelitian, metode yang kurang jelas. (state of the art)
  7. Membaca lagi buku metodologi penelitian dan penulisan tata urut skripsi menurut universitasnya.
  8. Kegigihan yang tinggi dan bersabar; Beberapa hal kita mengalami masalah dengan tidak ada kesinkronan antara kita dengan dosen, maupun diantara 2 dosen mengenai skripsi yang sedang kita kerja. Maka dibutuhkan kegigihan untuk bimbingan dan kesabaran.
  9. Berdoa dari awal hingga akhir.

 

HARUS DIINGAT PULA KITA MENGHABISKAN BIAYA DAN WAKTU… MAKA LAKUKAN USAHA KITA YANG TERBAIK DAN BERDOA.

SEMANGAT!!!

payet


III. KEGUNAAN PAYET
A. Payet Piring
Payet piring digunakan membuat daun, sulur, batang, atau ragam kreasi rounce.
B. Payet Datar
Payet datar sangat cocok digunakan dalam teknik sulam sisik dan variasi rounce.
C. Payet Pasir
 Payet pasir fungsi utama sebagai pengunci payet piring.
 Payet pasir dapat memberi kesan mewah jika disulam rapat menutupi satu bidang penuh pola bunga atau daun.
 Payet pasir digunakan untuk menutupi bagian pola yang masih tersisa (akibat dari ukuran payet utama tidak dapat memenuhi bidang pola)
D. Payet Bambu
Payet bambu digunakan untuk membentuk daun dari ukuran kecil sampai besar, serta membuat garis dan sulur.
E. Payet Tebu/Patahan
Payet tebu digunakan untuk membuat sulur dan rounce.
F. Payet Lombok
Payet lombok digunakan sebagai variasi dalam membuat rounce atau rantai.
G. Payet Padi
Payet padi digunakan untuk membuat batang.