Ada apa dengan Benang Atas dan Benang Bawah Mesin Jahit?


Ada apa dengan Benang Atas dan Benang bawah Mesin Jahit?

Permasalahan “benang atas dan benang bawah”, entah itu benang tak bisa terjalin, benang bawah “mbulet tak karuan”. Hal tersebut sepertinya sepele, mudah tapi kalau dialami dalam kondisi sangat-sangat ingin pekerjaan menjahit ini lancar cepat terselesai membuat kita tegang atau bisa dibilang stres (saya lebay ^_^). Apalagi sudah dicoba berbagai cara dilakukan tapi tak menuai hasil, bisa jadi kita tinggalkan saja mesin itu… (lebay lagi ^_^). Mesin jahitnya “mogok” ditambah lagi penjahitnya juga “mogok” gak mau jahit hehehe. Pekerjaan tak terselesaikan…

Setelah saya pikir lagi, postingan mengenai ini harus diperbaiki lagi (thinking about it…)

Jadi, apa yang terjadi?

Apa yang harus dilakukan?

Baiklah mumpung saya sedang ingin menulis…

Ini berdasarkan pengalaman saya dan dari beberapa pertanyaan pada komentar dipostingan “My Blog” lainnya lho… Jika ada yang menambahkan secara teori maupun pengalaman yang berbeda “monggo” dipersilahkan…

Kenapa benang bawah tidak bisa terangkat ke atas?

Karena ukuran jarum mesin jahit yang kurang tepat. Cobalah jarum mesin jahit dengan ukuran yang berbeda.

Lanjut lain kali…

 

 

 

Pemeliharaan Mesin Jahit


Buku karangan Soejono, salah satunya membahas tentang pemeliharaan mesin jahit, diantaranya:

1. Memberi Minyak Pelumas

a. Berilah 1 tetes dan 3 tetes minyak pelumas pada lubang-lubang pelumas yang terdapat pada mesin jahit.

b. Pakailah minyak pelumas khusus untuk mesin jahit yang dijual di toko-toko.

c. Cobalah lebih dahulu dengan menjahit bahan kain yang tidak terpakai setelah mesin selesai dilumasi, supaya bekas minyak hilang dan bersih

2. Membersihkan dari Debu dan Potongan Benang

a. Membersihkan rumah sekoci dan sekitarnya

b. Mekanik bagian depan mesin

c. Membersihkan poros engkol dari samping mesin

d. Mekanik bagian bawah mesin

Belanja mudah, praktis dan murah hanya di http://www.galerinia.com

Referensi:

Memahami Teknik Mesin Jahit by Soejono. 1984. Jakarta: Bhratara Karya Aksara

Bagian-bagian Mesin Jahit Manual


Mesin jahit manual yaitu mesin jahit yang berfungsi hanya untuk menjahit setikan lurus.
bagian-bagian mesin jahit manual (picture from book with author " Soejono")
Keterangan gambar:
  1. Pemegang kelos benang
  2. Piringan penegang benang atas dengan sekrup pengatur
  3. Tuas sepatu penekan
  4. Sekrup pengatur tekanan pada bahan jahitan
  5. Pengukit Benang
  6.  Sepatu penekan
  7. Rumah jarum dengan sekrup pengikat
  8. Pelat sorong tutup rumah sekoci
  9. Sekoci tempat sepul atau gulungan benang
  10. Transportasi yang melakukan pemindahan bahan jahitan
  11. Penggulung benag sepul
  12. Pengatur jarak tusuk jahitan
  13. Pembalik tusuk jahitan maju atau mundur
  14. Pembebas transportasi pada waktu membordir
  15. Roda putar atau roda penerus
  16. Penguci roda putar dibuat bebas waktu menggulung benang sepul
Bagian-bagian Mesin Jahit

Bagian-bagian Mesin Jahit

Bagian-bagian Mesin Jahit
1. Badan mesin
 Badan mesin atas badan mesin berongga, di mana tempat bagian-bagian mesin mengubah dan meneruskan gerakan putar menjadi gerakan bagian-bagian lain.

2. Kepala mesin

Kepala mesin menerima gaya putar dari alat pemutar mesin jahit dan meneruskan gerak putar tersebut ke semua bagian mesin yang lain yang harus digerakkan. Gerak putar  dari kepala mesin itu diubah menjadi bentuk gerakan bolak-balik, sekoci, dan lain-lain.

3. Alat-alat penggerak mesin jahit manual

Semua jenis mesin  dapat digerakkan dengan motor listrik tapi kebanyakan motor listrik ini digunakan oleh mesin khusus dan mesin serbaguna.

4. Kopling

Kopling adalah alat yang menghubungkan antara kepala mesin dengan poros utama mesin jahit. Kopling dapat dikencangkan dan dikendurkan. Agar mesin dapat digunakan, roda penekan ini harus dikencangkan, sehingga pelat kopling tertekan dan kepala mesin dapat memutar bagian mesin yang lain.

5. Poros utama

Poros utama mesin jahit terdapat dalam rongga badan mesin di sebelah kanan atas, dengan panjang dari pelat kopling sampai kaki pemegang jarum jahit yang digerakan tangkai penarik benang dan kaki pemegang jarum jahit.

6. Sepatu jahit

Kaki sepatu ini dapat diatur tekanannya terhadap gigi penarik kain. Pengaturan tekanan dengan menyetel mur penekan pegas  di atas kaki tempat sepatu tersebut. Tekanan sepatu ini dapat dibebaskan dengan cara menaikkan sepatu. Untuk memasang dan melepaskan kain dijahit, maka injakan sepatu haruslah dilepas dahulu.

7. Kaki pemegang jarum

Jarum untuk menjahit dipasangkan pada kaki pemegang jarum. Kaki digerakkan oleh poros utama. Untuk pemegang jarum pada ujung kaki dipasangkan dengan sekrup jarum.

8. Sekoci

Sekoci berfungsi untuk mengatur pengeluaran benang bawah dan pengaturan tegangan bawah, sedangkan jarum pembawa benang atas pada kain jahitan.

Pengatur panjang setikan

Setikan jahitan dapat di atur panjangnya. Pengaturan dapat dilakukan dengan mengatur tombol penyetel panjang setikan yang terletak pada bagian kanan badan mesin Angka-angka yang terdapat pada piringan sebelah kanan mesin adalah untuk mentetl panjang pendek / renggang rapatnya setikan.

a)      Angka 6-7 untuk setikan renggang

b)      Angka 12-15 untuk setikan sedang yang biasa digunakan

c)      Angka 20-30 untuk setikan paling rapat.

d)    Kalau pembalik tusukan dinaikkan keatas sekali maka jahitan akan mundur ini dapat digunakan untuk penguat ujung jahitan.

 

feed dog

Tanda Biru Muda berfungsi untuk menaik dan menurunkan feed dog pada mesin jahit butterfly (ref.pic from nurgallery)

Referensi:

Soedjono. 1984. Memahami Mesin Jahit. Bhatara Karya Aksara. Jakarta.

Ernawati, dkk. 2008. ”Tata Busana untuk SMK Jilid 3

Picture mesin jahit butterfly from nurgallery